hay guys jangan lupa ya follow twitter kami dan like or comment artikel yang kalian suka sanggau23

Popular Post

riam macan sanggau

By : kabupaten sanggau

Ketika kita berkunjung ke salah satu kota, seringkali pertanyaan yang muncul di benak kita adalah untuk mencari tempat rekreasi apa yang bagus di kota tersebut. Begitu halnya apabila kita berkunjung ke kota Sanggau, sebuah ibukota Kabupaten di Kalimantan Barat. Ada banyak tempat rekreasi alam yang tersedia disana, diantaranya kita dapat melihat keindahan sungai kapuas di sore hari, yaitu salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Ada juga istana kerajaan melayu, Bukit Sanggau Permai dan beberapa tempat wisata alam lainnya seperti air terjun (water fall), Riam Pancur Aji dan Riam Laverna.
Nah, untuk kali ini saya akan berbagi informasi kepada pembaca mengenai salah satu tempat wisata air terjun yang cukup terkenal di Sanggau, namanya Riam Macan. Pada saat hari-hari libur, obyek wisata ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal yang datang untuk menikmati udara segar sambil mandi dan berenang di aliran sungai yang deras, serta melihat pemandangan alam yang cukup indah disekitar air terjun.


Lokasi Riam Macan dari Kota Sanggau hanya kurang lebih 25 menit apabila ditempuh dengan kendaraan bermotor. Menuju ke arah Barat (arah Pontianak), tepatnya di dusun kecil yang bernama Sei Mawang. Di Riam Macan ini sudah tersedia beberapa fasilitas umum seperti toilet, ruang ganti pakaian, tempat ibadah, warung-warung yang menjual makanan dan minuman serta lokasi parkir yang cukup luas.

Saat pengunjung mulai memasuki lokasi (sekitar 5 menit dari jalan utama), pemandangan alam dengan bukit-bukit dan kebun-kebun warga mulai menyambut kedatangan para wisatawan. Akses jalan yang mulus dan diaspal membuat kita merasa nyaman untuk datang ke lokasi Riam Macan ini.

Suasana di lokasi air terjun sangak sejuk, karena masih banyak pohon-pohon rimbun dan udara yang lembab akibat percikan embun dari hempasan air terjun ke batu. Suara gemuruh air yang jatuh ke bebatuan mampu membuat kita lupa akan rutinitas kita sehari-hari. Rasa stres dan capek akan segera hilang saat kita berenang di aliran air yang deras dan berbatuan. Oh ya, ada satu info yang hampir terlupakan. Kalau di Riam Macan ini ada jembatan gantungnya loh, nah kalau kamu datang kesana jangan lupa untuk mengabadikan kedatanganmu di jembatan itu dengan cameraatau handycam. Cukup asyik kalau kita lewati karena jembatan akan bergoyang, tapi jangan takut jembatan itu aman kok ngak bakalan putus, karena dibuat menggunakan tali baja.

Memang selain Riam Macan, disekitar kota Sanggau masih ada beberapa obyek wisata air terjun lainnya, diantaranya Riam Semboja dan Riam Ensilup. Namun dari sisi pengelolaan dan akses menuju ke lokasi, Riam Macan sudah dikelola secara profesional dan terawat. Akses menuju ke lokasi juga jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan lokasi air terjun lainnya.

Kita berharap obyek wisata yang ada seperti Riam Macan ini dapat terus terpelihara dan dikembangkan untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kan itung-itung bisa mendatangkan devisa untuk kabupaten Sanggau dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Semoga informasi ini dapat menjadi salah satu referensi berharga bagi anda, saat merencanakan kunjungan atau berlibur di kota Sanggau. Nikmatilah dan jangan lewatkan, Riam Macan dengan dengan segala pesona alamnya.

pancur aji

By : kabupaten sanggau
Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.Sanggau, kota sanggau, sanggau kalimantan barat, sanggau Kapuas, sanggau ledo, peta sanggau, peta kabupaten sanggau, polres sanggau, hotel di sanggau, bkd sanggau, www.sanggau.go.id , kerusuhan sanggau ledo, sejarah sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan sanggau, sejarah kerajaan di sanggau, sejarah kerajaan sanggau Kalimantan barat, sejarah kerajaan sanggau Pontianak Kalimantan barat, objek wisata Kalimantan, daerah tujuan wisata di Indonesia, daftar tempat wisata, lokasi pariwisata, wisata di Kalimantan, tempat wisata Kalimantan, objek wisata di Kalimantan, tempat berlibur, pariwisata alam, tempat wisata air, tempat wisata alam, tempat-tempat wisata, tempat wisata di Kalimantan, tempat liburan, objek pariwisata, wisata Kalimantan, sanggau kalbar.
Pancur Aji - adalah salah satu kawasan wisata di sanggau, tepatnya di kota sanggau tidak jauh dari pusat kota. Merupakan salah satu tempat wisata alam yang menjadi kebanggan Kabupatan Sanggau.

Panjur Aji menawarkan wisata alam dengan kawasan hutan lindung yang banyak terdapat flora langka seperti Kayu Tengkawang, taman anggrek, Kebun binatang seperti orang utan, buaya, aneka burung termasuk burung enggang khas Kalimantan.

Pancur Aji juga menawarkan wisata pesona air pegunungan seperti sungai Merobu, Engkuli, bayu, Kenian, Setapang, Mongan dan Sungai Mawang. Arus sungai yang cukup deras merupakan salah satu tantang yang menarik untuk dijelajahi.
Objek wisata Pancur Aji terdapat beberpa lokasi wisata diantaranya keindahan alam, keaslian hutan yang menawarkan kesegaran alami.

kebudayaan dan adat istiadat kesultanan sanggau

By : kabupaten sanggau

1. Istana Kuta
Beberapa peninggalan sejarah Kesultanan Kuta di Sanggau
a. Komplek Istana Kuta
Pengertian komplek Istana Kuta yang dimaksud adalah bekas bangunan utama dan pendukung Kesultanan Kuta, baik yang berfungsi sebagai administratif Kesultanan maupun urusan kemasyarakatan.
Adapun bangunan dan fungsi bangunan pada komplek Istana Kuta:
• Istana Kuta adalah bangunan utama sebagai simbol kekuasaan Kesultanan Kuta, dimana digunakan untuk aktifitas Kesultanan ataupun tamu Sultan.
• Rumah laut, merupakan tempat tinggal Sultan atau Pengeran dimana bangunan ini dibangun ketika terjadinya giliran kekuasaan antara pihak keluarga Istana.
• Rumah balai, bangunan yang digunakan untuk mengadakan pertemuan dengan kerabat, masyarakat dan tamu
• Rumah besar, yaitu bangunan khusus bagi keluarga Sultan, selir Sultan atau pangeran.
• Rumah penghulu, penghulu adalah penasehat Sultan yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan, ataupun pemimpin pada ritual keagamaan lainnya.
• Rumah Wredhana. Wredhana adalah pembantu Sultan yang mengatur tentang tata negara dan administrasi Kesultanan.
• Rumah tinggi, disebut demikian karena kolong (ruang antara tanah dan lantai sangat tinggi.
Beberapa peninggalan atau pusaka Kesultanan yang masih terdapat di Istana Kuta (Rumah darat) pada ruang Koleksi, antara lain:
• Meriam
• Baju kebesaran Sultan
• Beberapa buah senjata Berhulu Emas
• Stempel Kesultanan Berbahasa Arab
• Seperangkat alat musik
• Photo-photo tua Sultan dan bangunan Istana atau Masjid
• Karya Kaligrafi
• Payung
b. Masjid Jami’
Posisi awal Masjid Jami’ ini berada antara Rumah Laut dan Rumah besar, hingga pada abad 18 posisi bangunan ini dipindahkan ke pinggir Sunga Kapuas.
2. Istana Beringin
Secara umum bentuk dan kondisi bangunan ini dalam keadaan baik, hal ini dikarenakan usia bangunan yang relatif muda dibandingkan dengan istana Kuta, mengingat terbentuknya Istana akibat dari sistem pemerintahan Belanda (abad 18) pada saat itu yang ingin mendapatkan kekuasaan mutlak melalui pihak istana.
3. Komplek makam Sultan
Lokasi komplek makam Sultan berada disebaran jalan utama Sanggau-Sintang atau berjarak kurang lebih 2 km dari istana Kuta yang berada diatas bukit. Lokasi makam pada saat ini tidak hanya digunakan oleh pihak kerabat, tapi juga digunakan oleh masyarakat dengan pembagian posisi sebagai berikut:
• Pihak kerabat berada diatas bukit yang memiliki dua puncak bukit
• Masyarakat menggunakan kaki bukit bagian sebelah timur. Dimana pemakaman umum ini memiliki akses tersendiri.
Adat istiadat yang masih berlangsung atau diselenggarakan sebagian besar adalah yang berhubungan dengan perayaan:
• Hari-hari besar Islam
• Kegiatan Istana, membersihkan benda pusaka, dan lain-lain
• Pada kondisi tertentu, misalnya pada musim kemarau ketika air sungai surut, maka daratan kering biasa digunakan sebagai tempat bermain.

C. DATA KONDISI ISTANA KAWASAN
1. Kebijakan Pemerintah
a. Tata ruang Kota
• Tata guna lahan pada istana Kuta diarahkan sebagai kawasan wisata dan olahraga, dan pada kawasan istana Beringin sebagai pusat perdaganagn.
• Lokasi kedua Istana berada pada BWK pusat kota yang mempunyai kebijakan pembagian unit lingkungan berdasarkan RUTRK Kota Sanggau adalah sebanyak 3 unit lingkungan perumahan.
b. Pengembangan Kota
• Strategi pengembangan jaringan darat daerah tepian sungai sebagai jalan kolektor sekunder dan arteri skunder, serta peningkatan kualitas jalan (pedestrian dan jalur hijau).
• Pengembangan dermaga pada pusat perdagangan (kawasan Beringin) dan Tanjung Kapuas, serta peningkatan sarana dan prasarana transportasi air.
• Peningkatan fasilitas pelayanan kota yang dapat menunjang kebutuhan penduduk adalah: Kesehatan, Peribadatan, Perdaganga (pusat perbelanjaan), pelayanan umum, Rekreasi dan pendidikan.
D.Lingkungan dan Kondisi Sosial Ekonomi
1. Istana Kuta
Posisi Istana Kuta pada skala kota Sanggau, adalah sebagai berikut:
• Administratif Komplek Istana Kuta berada pada perbatasan antara Kelurahan Ilir Kota dan Kelurahan Tanjung Kapuas.
• Geografis, posisi Istana berada pada pinggiran pertemuan sungai Kapuas dan sungai Sekayam.
2. Istana Beringin
Posisi Istana Beringin secara administratif terletak pada kelurahan Beringin, dimana pada kelurahan tersebut merupakan CBD Kota Sanggau serta tempat penyeberangan tradisional masyarakat Sanggau.

E. DATA FISIK SITUS ISTANA
A. Istana Kuta
1. Komplek Istana Kuta
Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengamatan terhadap masyarakat serta pihak kerabat Istana Kuta, kondisi komplek Istana Kuta terdiri dari:
• Bangunan Utama, Istana Kuta, Istana Ilir, Rumah balai, rumah Besar dan Masjid Jami’
• Fasilitas pendukung: Rumah Penghulu, Rumah Tinggi, Rumah Wredhana, Dermaga Utama, Rumah Meriam, Alun-alun.
2. Istana Kuta (Rumah darat)
• Dibangun pada tahun 1600-an oleh Sulatn Muhammad Jamaluddin.
• Secara umum bentuk bangunan masih asli.
• Bentuk denah bangunan memanjang dari depan ke belakang, dengan arah bangunan menghadap sungai Kapuas.
• Bangunan ini terdiri dari 2 lantai
• Tinggi lantai 01 terhadap tanah (kolong) kurang lebih 2m
• Zonning ruang secara umum dibagi dua, yaitu: bagian depan yang berfungsi sebagai ruang publik dan dikelilingi oleh ruang-ruang publik. Serta bagian belakang dengan fungsi sebagai zone semi private dan service.
• Struktur utama bangunan terbuat dari kayu kelas 1 (kayu belian/ besi), pola grid kolom.
• Bahan penutup atap menggunakan atap sirap dari kayu belian, dan bahan penutup badan bangunan menggunakan papan yang dipasang horisontal.
• Pada bagian depan bangunan terdapat tiang bendera 1 buah.
3. Istana Ilir (Rumah Laut)
• Dibangun ketika terjadi giliran pemegang kekuasaan istana Kuta pada tahun 1876, ketika itu pergantian kekuasaan dari panembahan Thahir II ke Ade Sulaiman.
• Fungsi bangunan adalah rumah sementara bagi pengganti Sultan sebelum diangkat menjadi Sultan
• Saat ini bangunan tersebut sudah tidak ada.
• Banguna terdiri dari 1 lantai.
• Pola grid struktur yang digunakan adalah 3x4 m.
4. Rumah Balai (Balirung)
• Usia bangunan ini perkirakan hampir sama dengan usia Istana Kuta
• Bangunan ini terdiri 1 ruang utama untuk tempat berkumpul 12 ruang tidur untuk menginap tamu, ruang perantara.
• Pada tahun 1970-an bangunan ini pernah digunakan sebagai barak militer.
• Pola grid yang digunakan 3x3 m.
5. Rumah Besar
• Bangunan diperkirakan sama usianya dengan istana kuta
• Bentuk denah bujursangkar dan bangunan menghadap ke arah sungai
• Terdiri dari 1 hall sebagai ruang untuk bermain, berkumpul ataupun acara keluarga lainnya. 8 ruang tidur bagi kerabat dan selir-selir yang tidak dapat ditampung di Istana Kuta.
• Tinggi lantai terhadap kaki atap diperkirakan 6m.
• Mempunyai teras pada bagian depan, serta selasar yang mengelilingi bangunan dan berhubungan langsung dengan dapur umum.
• Berdasarkan informasi, bangunan ini rubuh pada hari Kamis tanggal 02 Mei 1965 Jam 14.00 WIB.
6. Rumah Tinggi
• Bangunan ini merupakan ciri khas dari kelompok bangunan Istana Kuta yang berfungsi sebagai pusat militer saat itu untuk memantau kedatangan maupun pergerakan musuh.
• Disebut bangunan tinggi karena jarak antara lantai dan tanah paling tinggi diantara semua bangunan pada komplek Istana Kuta.
• Ruang pada bangunan ini terdiri dari 3 bagian utama ruang besar.
• Posisi bangunan diperkirakan berada didepan Rumah Penghulu, serta berada tepat di persimpangan Sungan Kapuas dan Sungai Sekayam.


7. Rumah Penghulu
• Dibangun guna mendukung pemerintahan Sultan pada bidang yang berhubungan dengan keagamaan, atau sebagai penasehat Sultan khusus bidang agama.
• Fungsi bangunan sebagai rumah tinggal dan tempat kerja.
• Dimana pada bagian depan dan tengah bangunan terdapat ruang besar guna menampung masyarakat.
• Posisi bangunan berada bagian timur rumah besar, serta terletak dibelakang rumah tinggi.
• Struktur utama dan penutup bangunan dari bahan kayu. Dimensi kolom 30x30 cm bujursangkar.
• Tinggi kolong sekitar 2m
8. Rumah Wredhana
• Bangunan ini difungsikan sebagai tempat tinggal penasehat Sultan yang mengurus seluruh administrasi dan tata negara Istana Kuta.
• Didirikan ketika pendudukan Belanda, hampir bersamaan dengan rumah Ilir.
• Ruang-ruang yang dimiliki antara lain: ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur.
• Akses yang dimiliki dari depan dan belakang bangunan
9. Masjid Jami’
• Didirikan sekitar tahun 1825-2830 pada masa pemerintahan Sultan Ayub Pakunegara
• Lokasi pertama masjid Jami’ adalah diantara Istana Kuta dengan Rumah Besar.
• Bentuk denah bangunan asli adalah bujursangkar
• Tampilan bangunan masih dipertahankan secara utuh, bangunan ini diperluas dari dua bagian utama.
• Bagian depan bangunan sebagai entrance saat ini digunakan sebagai perpustakaan
• Bagian tengah bangunan terdiri dari dua lantai.
• Struktur utama dan penutup bangunan dari bahan kayu. Dimensi kolom 30x30 cm bujursangkar.
• Tinggi kolong sekitar 1m.
B. Istana Beringin (Rumah Laut)
1. Istana Beringin (Tanah laut)
• Didirikan pada abad ke-18
• Bentuk denah bujursangkar
• Bangunan hanya terdiri dari 2 lantai
• Tidak ada ruang-ruang khusus pada bangunan, kecuali jumlah ruangan yang lebih banyak dari rumah standar pada umumnya.
• Tinggi lantai dari tanah sekitar 2m
2. Rumah Penebahan
• Bangunan ini dibuat bersamaan dengan dibangunnya istana Laut
• Fungsi ruang bagian depan digunakan untuk berkumpul sebagai ruang tamu, dan bagian belakang digunakan untuk ruang keluarga.
• Untuk ruang sirvice berada pada bagian belakang, bersebelahan dengan ruang keluarga.
• Pola ruang adalah grid, dengan pola kolom yang terbentuk 3x3 m dari bahan kayu bujursangkar.
• Struktur bangunan dan penutup keseluruhan dari kayu.
C. Komplek Makam Sultan
1. Istana Kuta
• Secara adminstratif berada pada kelurahan Ilir kota berada diatas dua puncak bukit sebelah utara Istana.
• Akses menuju komplek Makam dari jalan raya utama telah mengalami perkerasan.
• Puncak bukit sebelah barat terdapat makam utama penembahan Haji Gusti Much. Ali Suryanegara yang telah diberi pelindung bangunan pada tahun 1980-an dengan ukuran atap pelindung 10x10 m
• Puncak sebelah timur terdapat selah atau lembah memanjang ke arah sungai
• Pada pinggiran bukit masih terdapat sisa bangunan bekas benteng pertahanan untuk memantau musuh dari puncak bukit.
• Diantara dua bukit terdapat dua celah atau lembah memanjang kea arah sungai.
2. Istana Beringin
• Lokasi makam berada diutara Istana Beringin dengan jarak dari Istana + 400m melalui jalan lingkungan perumahan penduduk.
• Akses alternatif bisa melalui jalan utama sebelah barat Istana, lebar jalan 2m dan telah mengalami perkerasan dari semen.
• Luas site makam + 1000 m2
TINGKAT KERUSAKAN
A. Istana Kuta
1. Lingkungan
Penurunan kualitas lingkungan terjadi pada komplek Istana Kuta, hal ini diakibatkan beberapa hal:
• Penataan lanskap dan perumahan yang tidak teratur
• Fasade bangunan perumahan penduduk bervariatif
• Keengganan penduduk
• Abrasi sungai Sanggau yang berada di komplek Istana Kuta
2. Bangunan
Pada Istana Kuta kerusakan situs yang terjadi secara umum adalah sedang dan berat, antara lain:
• Hilangnya situs bangunan
• Istana Kuta kerusakan berat terdapat pada bagian penutup atap, lantai dan dinding
• Masjid Jami’ terapat pada tiang/kolom bangunan yang telah mengalami kemiringan ke arah sungai.
• Rumah penghulu pada bagian struktur kolom dan pondasi bangunan bagian samping terjadi kerusakan sedang dikarenakan pelapukan.
B. Istana Beringin
1. Lingkungan
Penurunan kualitas lingkungan terjadi pada komplek Istana Kuta, hal ini diakibatkan beberapa hal:
• Lokasi Istana berada di CBD Kota, sehingga fungsi kawasan Istana pada saat ini adalah Mix Used.
• Bentuk aktifitas perdagangan yang bervariatif di sekitar kawasan mengakibatkan fasilitas perdagangan akan tumbuh secara alamiah dan tidak terkendali.
2. Bangunan
• Hilangnya situs bangunan
• Istana Kuta kerusakan berat terdapat pada bagian penutup atap, lantai dan dinding
• Masjid Jami’ terapat pada tiang/kolom bangunan yang telah mengalami kemiringan ke arah sungai.
• Rumah penghulu pada bagian struktur kolom dan pondasi bangunan bagian samping terjadi kerusakan sedang dikarenakan pelapukan.

SUNGKUI MAKANAN NIKMAT KHAS KOTA SANGGAU

By : kabupaten sanggau




Tak lengkap bila anda datang ke Sanggau belum merasakan kuliner khasnya menu makanan daun Sungkui yang harum. Makanan khas dari Sanggau ini setelah diolah menjadi makanan bentuknya tetap sederhana, lonjong dan tipis serta memanjang. Akan tetapi, kesederhanaan tidak mengurangi citarasanya, beragam kalangan dari strata tertinggi hingga terendah dipastikan ketagihan dengan rasa lezatnya. Bahkan, dikalangan Keraton Surya Negara Sanggau, Sungkui merupakan menu wajib. Dapat dipastikan setiap tamu yang singgah kesanaa akan disajikan makanan yang membuat liur anda ketagihan. Pangeran Ratu Surya Negara, Drs Gusti Arman menyatakan Sungkui bukan hanya makanan tradisional biasa. Menu Sungkui adalah menu andalan untuk tamu terhormat bagi kerajaan. Bahan utama Sungkui sebenarnya sangat sederhana yakni beras yang dibungkus dengan daun keririt (Sungkui). Mirip dengan ketupat atau lontong, namun selain harum baunya. Sungkui juga bisa bertahan selama 4 hari. Cara memasaknya juga sangat sederhana, setelah dibungkus kedalam daun keririt lalu diikat menjadi 10 bungkus dengan daun yang sama. Setelah itu direbus sekitar empat jam, dimana setiap dua jam sekali harus dibolak-balik agar dapat masak merata. Nah, setelah jadi nasi Sungkui dapat dihidangkan dengan lauk pauk pilihan lainya seperti serondeng, sambal nanas, opor ayam, gulai dan rendang sapi. Tentunya yang paling wajib harus ada yaitu serondeng. Untuk lebih sempurna maka harus juga ditambahkan dengan lemang dan srikaya. Srikaya disini dimaksudkan sebagai pencuci mulut. Tentunya dapat dibuat sendiri dengan olahan telur, gula dan santan yang disteam. Hmm... bagi anda pencinta kuliner. Nasi Sungkui sungguh akan terasa “maknyus” bila dinikmati bersama keluarga. 

- Copyright © sanggau23 - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -